Penyebab penyakit jantung, salah satunya adalah tingginya kolesterol dalam darah, kolesterol dalam darah terjadi karena salah satunya asupan tinggi lemak. Lemak ada 2 jenis yaitu lemak jenuh (saturated fat) dan lemak tak jenuh (unsaturated fat). Jenis lemak yg menyebabkan penyakit jantung adalah lemak jenuh. Dalam makanan yg kita santap tentu mengandung lemak dan tubuh kita selalu membutuhkan lemak, namun kadarnya tidak banyak. Kita sering dibingungkan mengenai pemilihan produk yg mana yg baik terutama apabila ternyata salah satu anggota keluarga kita mempunyai penyakit jantung. Tentu kita memilih-milih makanan agar keluarga kita dapat aman dari penyakit ini atau untuk menghindari perburukan dari penyakit ini.
Dalam memasak, kita menggunakan minyak untuk menumis atau margarine untuk menumis. Apakah itu baik??? Baik saja asalkan tidak melebihi dari kebutuhan tubuh akan lemak yg hanya sekitar 9%nya saja dari keseluruhan kebutuhan asupan makanan lainnya. Maka tentu kita harus memilih minyak yg mana yg bisa digunakan untuk mengurangi kelebihan asupan lemak kita[3].
Kita mulai dengan margarine. Terdapat 2 jenis margarine yg saat ini beredar, margarine biasa yang memiliki lemak trans dan margarine rendah lemak yg bebas lemak trans. Lemak trans terjadi akibat pemrosesan dengan pemanasan sehingga lemak jenuh menjadi teroksidasi dan terbentuklah lemak trans. Lemak trans ini yg berperan dalam pembentukan atherosclerosis dengan meningkatkan konsentrasi plasma dan LDL[2]. Bila terjadi atherosclerosis di daerah koroner maka akan terjadi penyempitan dan akhirnya menyumbat sehingga aliran ke jantung menjadi berkurang atau tidak ada. Sehingga nutrisi dan oksigen menjadi tidak tercukupi sehingga terjadilah nekrosis, manifestasinya dalam bentuk angina atau nyeri dada khas pada penyakit jantung. Apabila ini berkelanjutan maka terjadi iskemia jantung akibat dari kekurangan oksigen pada jaringan jantung[3]. Cukup ini dulu bagaimana terjadinya penyakit jantung koroner, sekarang kita bahas margarinenya aja ya, hehehehehehe. Margarine tadi kan ada 2, margarine biasa yg mempunyai lemak trans dan lemak jenuh sebesar 92% dan margarine yg bebas lemak trans dan rendah lemak jenuh yaitu sebesar 50%. Dari sini saja dapat terlihat bahwa margarine biasa lebih buruk dibandingkan dengan margarine low fat untuk jantung[4]. Sekarang kita bahas mengenai minyak rendah lemak. Minyak rendah lemak ini biasanya berasal dari pohon palem. Rata-rata asam lemak jenuhnya sekitar 50% sama dengan margarine low fat[4]. Nah dalam hal ini, yg kita lihat adalah kadar lemak trans. Pada margarine didapatkan lemak trans lebih tinggi daripada minyak low fat akibat proses pemadatannya yg menggunakan panas. Seperti yg kita tau, pemanasan dapat meningkatkan oksidasi sehingga lebih banyak terbentuk minyak trans yg buruk untuk tubuh kita. Sekarang bagaimana dengan margarine cair low fat. Ternyata margarine cair low fat mempunyai kadar minyak trans yg lebih banyak namun perbedaannya tidak terlalu bermakna, maka margarine ini mempunyai kualitas yg hampir sama dengan minyak low fat[5]. Namun ternyata kadar lemak jenuhnya lebih tinggi dari minyak low fat [5].
Kesimpulannya adalah minyak low fat paling baik untuk tubuh karena mengandung lemak jenuh yg rendah dan lemak trans yg rendah pula.
Maaf masih banyak kekurangannya karena kurangnya waktu akibat bikinnya disambi bekerja di klinik hehehe, jd akan lebih baik bila membaca lagi jurnal yg menjadi acuan tulisan ini. hehehehe
Daftar Pustaka :
1.FDA,2010
2.Judd,J dkk.1998.Effects of margarine compared with those of butter on blood lipid profiles related to cardiovascular risk factors in normolipemic adults fed controlled diets.Journals Clinical Nutition.USA:68:768-77
3.patofisiologi klinis
4.Ponampallan e.2011.differential effects of natural palm oil, chemically and enzymatically modified palm oil on weight gain,blood lipid metabolite and fat deposition in a pediatric model. nutitional journals.10:53
5.ncbi

Wow... tengkiu inponya. Aku sekarang juga sedang mengurangi gorengan. hehe... ^^
BalasHapus